Kuncinya kepatuhan terhadap protokol kesehatan aman transplantasi ginjal.Baca Juga "Dibukanya kembali pelayanan transplantasi ginjal tentunya dibarengi dengan panduan protokol kesehatannya. Artinya, benar-benar protokol itu harus dipatuhi demi mencegah penularan COVID-19," ujar Rasyid saat konferensi pers di RSCM Jakarta, Jumat (11/9/2020).
RSUP Kandou Manado Berhasil Lakukan Transplantasi Ginjal Perdana di Indonesia TimurDipublikasikan Pada Sabtu, 18 Maret 2023 000000, Dibaca 788 KaliManado, 18 Maret 2023RSUP Prof. Dr. dr. Kandou Manado telah berhasil melakukan transplantasi ginjal pertamanya di wilayah Indonesia bagian Timur. Keberhasilan ini, tidak terlepas dari program pengampuan layanan uro-nefro yang tengah digencarkan oleh Kementerian Kesehatan di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan baik pusat maupun daerah.''Saya bangga transplantasi ginjal pertama di RSUP Prof. Kandou bisa terlaksana dengan sukses. Operasi berjalan sangat lancar,'' kata Direktur Utama RSUP Kandou, Jimmy Jimmy mengatakan bahwa operasi transplantasi ginjal sebenarnya telah direncanakan sebelum pandemi, namun karena layanan kesehatan saat itu fokus pada penanganan COVID-19, maka tindakan ini baru bisa terlaksanakan pada awal tahun segi persiapan, Dirut Jimmy memastikan operasi transplantasi ginjal pertama ini telah dipersiapkan sebaik mungkin. Persiapan transplantasi mencakup SDM Kesehatan, resipien dan pendonor yang ini membutuhkan waktu yang tidak sebentar, kurang lebih dua bulan untuk memutuskan transplantasi ginjal pertama bisa dilakukan pada Sabtu, 18 Maret transplantasi ginjal dilakukan selama 4,5 jam mulai pukul WITA sampai WITA dengan melibatkan 7 dokter dari berbagai spesialisasi. Pasien saat ini masih di ICU, dan sedang dalam pengawasan ketat oleh tim transplantasi, pasien menunjukkan perkembangan yang baik. Setelah 30 menit, pasien mampu mengeluarkan urine sebanyak 600 cc dan tiga jam setelah operasi bisa mengeluarkan urine sebanyak 1800 keberhasilan ini, Dirut Jimmy menyampaikan ucapan terima kasih kepada RSCM dr. Cipto Mangunkusumo selaku pengampu layanan ufo-nefro nasional, yang telah melakukan pendampingan selama kurang lebih 5 kali terhadap tim dokter RSUP Prof. Dr. dr. Kandou pendampingan keenam, lanjutnya, RSUP Kandou telah secara mandiri melakukan transplantasi ginjal pertamanya hari ini. Pencapaian ini merupakan akselerasi program prioritas transformasi layanan rujukan yang saat ini sedang diupayakan oleh Kementerian Kesehatan.''RS Kandou berupaya mendukung kegiatan ini, dan Alhamdulillah kita bisa melakukannya. Ini tidak hanya keberhasilan jajaran RSUP Kandou tetapi juga didukung RSUP Cipto Mangunkusumo yang melakukan pendampingan,'' kesuksesan transplantasi ini, pihaknya berharap layanan ini bisa diteruskan dan nantinya bisa menjadi layanan unggulan di RSUP Kandou Manado.''Operasi sudah selesai, kita berharap pasien bisa survive. Kita juga berharap layanan ini bukan hanya kegiatan monumental atau seremonial semata, tapi bisa dilakukan secara reguler,'' Menteri Kesehatan RI, Plt. Sekretaris Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan, Sunarto mengatakan bahwa program pengampuan layanan uro-nefro merupakan satu dari tiga hal yang harus dicapai oleh seluruh rumah sakit vertikal milik Kementerian layanan uro-nefro, lanjutnya, sangat penting karena penderita penyakit ginjal di Indonesia terus meningkat. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan hingga tahun 2022, jumlah penderita gagal ginjal kronis di Indonesia mencapai 6 juta orang, 100 ribu diantaranya melakukan hemodialisis atau cuci darah dan orang secara kontinyu menjalani CAPD continuous ambulatory peritoneal dialysis.''Karenanya kemampuan melakukan transplantasi ginjal, harus bisa dilakukan oleh rumah sakit yang sudah mencapai tingkat paripurna,'' kata Plt. Sesditjen Yankes, Kandou Manado menjadi rumah sakit pertama di wilayah timur Indonesia yang mampu melakukan transplantasi ginjal. Sesditjen mengucapkan selamat atas keberhasilan yang telah dicapai.''Kami berharap kegiatan ini bukan hanya kegiatan seremonial, tapi ini menjadi langkah awal untuk meningkatkan pelayanan kesehatan di RSUP Kandou,'' hanya itu, ia juga berharap RSUP Kandou Manado bisa terus meningkatkan layanan kesehatan pada bidang lain seperti jantung, kanker, stroke dan layanan prioritas ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email kontak[at]kemkes[dot]go[dot]id MF

KumpulanBerita ANTARA News menyajikan informasi terkini tentang layanan transplantasi ginjal di Indonesia dan dunia. Top News; Terkini; Tentang Kami; Senin, 25 Juli 2022. Home; Politik; Hukum; RSCM kembali lakukan layanan transplantasi ginjal di tengah pandemi. Humaniora / 11 September 2020 12:57. 1; Data Perkembangan COVID-19. DIRAWAT. 40

› Transplantasi ginjal mampu meningkatkan kesehatan, kualitas hidup, harapan hidup, serta meringankan beban ekonomi keluarga dan negara. Namun, masih ada hambatan transplantasi di Indonesia. OlehATIKA WALUJANI MOEDJIONO 6 menit baca Data United Network for Organ Sharing UNOS 1987-2012, rata-rata kesintasan pasien transplantasi ginjal 12,4 tahun, sedangkan pasien cuci darah hemodialisis/dialisis peritoneal 5,4 tahun.“Transplantasi ginjal memberi tambahan rata-rata 4,4 tahun hidup untuk pasien,” kata dokter spesialis urologi Nur Rasyid dari Pokja Transplantasi Ginjal RSUPN Dr Cipto Mangunkusumo RSCM, Departemen Urologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia FKUI-RSCM, dalam virtual media briefing RSCM tentang layanan transplantasi ginjal di era kebiasaan baru, Jumat 11/9/2020. Transplantasi ginjal memungkinkan penderita ginjal kronis PGK hidup lebih sehat, bisa makan dan minum seperti biasa, tidak lagi harus cuci darah, dapat beraktivitas seperti sebelum sakit, fungsi seksual dan fertilitas pulih, serta frekuensi konsultasi dokter makin lama makin transplantasi ginjal sama dengan tiga tahun hemodialisis. Bedanya, setelah transplantasi, penderita bisa hidup normal dan produktif. Karena itu transplantasi dinilai lebih ekonomis bagi keuangan keluarga maupun biaya kesehatan yang dikeluarkan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial BPJS Kesehatan. Saat ini, biaya transplantasi ginjal, sekitar Rp 300 juta, dicakup oleh BPJS WALUJANI MOEDJIONO Dokter spesialis urologi Nur Rasyid dari Pokja Transplantasi Ginjal RSUPN Dr Cipto Mangunkusumo RSCM, Departemen Urologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia FKUI-RSCM. Foto diambil dari acara virtual media briefing RSCM tentang layanan transplantasi ginjal di era kebiasaan baru, Jumat 18/9/2020.Nur Rasyid menyatakan, angka keberhasilan transplantasi ginjal di Indonesia cukup tinggi, tidak kalah dengan Amerika Serikat, Kanada, Selandia Baru maupun negara-negara Eropa. Salah satu pasien, Leo Setiadi 66, masih bertahan. Transplantasi ginjal Leo dilakukan tim RSCM di RS PGI Cikini pada 1980 atau 40 tahun ginjal tetap dilaksanakan di masa pandemi Covid-19. Sejauh ini tidak ada penularan Covid-19 pada transplantasi ginjal. Viral load SARS-CoV-2 sangat rendah di dalam darah, tidak ada virus hidup di organ selain paru dan saluran Juni, ada 28 prosedur transplantasi ginjal yang dilakukan tim transplantasi ginjal RSCM. Sebanyak 16 transplantasi dilaksanakan di RSCM, sisanya dilakukan bersama tim dokter di beberapa rumah sakit SUCIPTO K Pasien yang menderita diabetes, dan gangguan ginjal di Rumah Sakit Dr Soegiri Lamongan, sedang menjalani cuci ketatOperasi dilakukan dengan protokol kesehatan sangat ketat. Antara lain, dokter bedah dan perawat masuk ruang operasi setelah pembiusan pasien. Saat operasi, ada filter untuk pengeluaran udara dari dalam perut pasien sehingga udara tetap Utama RSUPN Dr Cipto Mangunkusumo Lies Dina Liastuti menuturkan, RSCM menerapkan protokol ketat untuk pencegahan Covid-19. Ada pemisahan antara pasien Covid-19 dan non Covid-19 yang memerlukan hemodialisis disediakan tempat khusus, yakni di Kiara Ultimate. Bagian tersebut memiliki layanan lengkap bagi pasien Covid-19 dengan berbagai penyakit penyerta komorbid.Baca juga Covid-19 Merusak GinjalTerkait transplantasi ginjal, sepanjang Januari-Maret 2020 RSCM telah melaksanakan 14 transplantasi ginjal. Sempat terhenti karena pandemi, kemudian dilakukan lagi prosedur transplantasi dengan protokol kesehatan Kepala Departemen Urologi FKUI-RSCM Irfan Wahyudi, semua tenaga medis menjalani tes usap PCR setiap 2 minggu serta setelah bertemu dengan kasus probable dan confirmed Covid-19. Pasien donor maupun penerima ginjal menjalani dua kali tes usap sebelum operasi dan sekali setelah operasi. Sedangkan tes usap untuk penunggu pasien satu hasil tes usap donor menunjukkan positif Covid-19, kata dokter ahli penyakit dalam konsultan ginjal hipertensi Maruhum Bonar H Marbun dari Pokja Transplantasi Ginjal RSCM, Departemen Penyakit Dalam FKUI-RSCM, transplantasi ginjal akan ditunda atau dibatalkan. Ada masa tunggu 28 hari sampai gejala hilang dan tes Covid-19 negatif. Penerima transplantasi ginjal juga harus dalam kondisi WALUJANI MOEDJIONO Dokter ahli penyakit dalam konsultan ginjal hipertensi Maruhum Bonar H Marbun dari Pokja Transplantasi Ginjal RSCM, Departemen Penyakit Dalam FKUI-RSCM. Foto diambil dari acara virtual media briefing RSCM tentang layanan transplantasi ginjal di era kebiasaan baru, Jumat 18/9/2020.Irfan memaparkan, transplantasi ginjal dilakukan dengan pendekatan multidisiplin dan komprehensif. Tidak hanya ahli urologi, tapi ada tim yang terdiri dari ahli anestesiologi, radiologi, kardiologi jantung, pulmonologi paru, patologi anatomi, patologi klinik, psikiatri dan ahli THT. Selain itu didukung unit hemodialisis, unit rawat inap, instalasi gizi, instalasi farmasi, kedokteran gigi, dan komisi etik. Sejak tahun 2013 lebih dari 50 prosedur transplantasi ginjal dilakukan tiap tahun di teknologi kedokteran memungkinkan pengambilan ginjal dari donor dilakukan dengan teknik laparoskopi, yakni lewat lubang kecil di perut, sehingga pemulihan lebih cepat.“Setelah memberikan ginjal, kualitas hidup donor umumnya sangat baik, karena rajin konsultasi serta menjaga gaya hidup sehat,” ujar itu dibenarkan oleh Agustina yang memberikan satu ginjalnya untuk suaminya, Ishak. Ia telah beberapa bulan hidup dengan satu ginjal, namun kondisinya tetap sehat dan WALUJANI MOEDJIONO Pasangan suami istri, Ishak dan Agustina, saat memberikan testimoni dalam acara virtual media briefing RSCM tentang layanan transplantasi ginjal di era kebiasaan baru, Jumat 18/9/2020.Ishak menuturkan, menderita PGK akibat diabetes dan hipertensi. Setelah beberapa tahun, obat dan diet tak mampu lagi mempertahankan fungsi ginjalnya. Dua anaknya menjadi dokter sehingga bisa diajak diskusi. Ia memutuskan untuk transplantasi karena masih aktif bekerja dan keluarga sangat juga memilih operasi di Indonesia karena meyakini kemampuan para dokter dan perawat. Lima minggu pasca operasi, Ishak sudah bisa beraktivitas gejalaAde, penderita PGK dari Bandung, juga memilih menjalani transplantasi ginjal di RSCM, meski ada yang menyarankan untuk operasi di Singapura. Ginjal Ade bermasalah akibat hipertensi yang tidak 2016, saat menjalani pemeriksaan kesehatan rutin di tempat kerjanya, dokter menyatakan ada masalah di ginjalnya. Namun ia tidak percaya, karena merasa sehat. Mei 2019, tiba-tiba ia merasa sesak napas dan muntah. Hasil pemeriksaan menunjukkan jantung dan parunya terendam air, sehingga ia sempat harus cuci darah setiap hari. Setelah 15 bulan, ia memutuskan untuk transplantasi Bonar, PGK sering tanpa keluhan klinis berarti. Penderita bisa masih beraktivitas, kemudian tiba-tiba merasa mual, lemas, sesak napas. Setelah diperiksa fungsi ginjal tinggal 15 persen. Diagnosis ditegakkan lewat pemeriksaan laboratorium urine lengkap dan pemeriksaan kadar kreatinin Mantan atlet senam nasional Amin Ikhsan 42 yang menderita gagal ginjal sedang menunjukkan aksesori kenang-kenangan ketika dirinya bergabung di Pelatnas Sea Games Manila 2005 sebagai pelatih, Selasa 11/8/2015, di Kota Bandung, Jawa PGK ditentukan oleh laju rata-rata penyaringan darah di glomerulus GFR. Stadium 1 jika GFR dengan satuan ml/menit/luas m2 permukaan tubuh masih lebih dari 90. Stadium 2 jika 60-89, stadium 3 jika angkanya 30-59, stadium 4 pada 15-29 dan stadium 5 atau GGT jika GFR kurang dari 15. Pada stadium 4 dan 5 dibutuhkan terapi pengganti ini diperkirakan 12,5 persen penduduk Indonesia atau sekitar 30 juta menderita PGK dengan penderita gagal ginjal terminal GGT. Penyebab utama gangguan ginjal adalah diabetes disusul penyakit ginjal menyatakan, kebanyakan pasien menjalani hemodialisis lebih dari 90 persen, transplantasi ginjal 6 persen dan sisanya dialisis 11 RS pusat transplantasi ginjal di Indonesia, selain RSCM ada RS dr Soetomo Surabaya, RS dr Sardjito Yogyakarta, RS dr Saiful Anwar Malang, RS Sanglah Bali, RS dr Moewardi Solo, RS dr M Hoesin Palembang, RS dr Zainoel Abidin Aceh, RS H Adam Malik Medan, RS dr Hasan Sadikin Bandung, RS dr M Djamil transplantasi ginjal di Indonesia adalah masih sangat sedikit orang yang bersedia menjadi Guru Besar Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Endang Susalit yang juga Ketua Indonesian Transplantation Society menyatakan, masalah transplantasi ginjal di Indonesia adalah masih sangat sedikit orang yang bersedia menjadi donor. Sejauh ini hanya ada donor hidup. Belum ada donor jenazah, yakni orang yang semasa hidupnya bersedia menyumbangkan ginjal ketika senada dikemukakan Gerhard Reinaldi Situmorang dari Departemen Urologi FKUI-RSCM. Indonesia jauh tertinggal soal donor Perhimpunan Nefrologi Indonesia Pernefri 2018, dari pasien yang membutuhkan transplantasi ginjal, hanya 108 orang yang bisa menjalani transplantasi ginjal. Untuk itu dilakukan gerakan transplantasi lewat Indonesian Transplantation Initiatives INTI. Yakni, gerakan multidisiplin nasional untuk mengembangkan layanan, pengetahuan dan regulasi transplantasi bagi masyarakat Indonesia dengan membangun sumber daya manusia, peningkatan kualitas hidup pasien donor dan penerima serta penguatan sumber daya lain dalam masyarakat. Tidak hanya untuk ginjal tapi juga transplantasi jantung, hati dan ini, Indonesia masih mengandalkan donor hidup. Sedangkan di luar negeri sudah banyak donor jenazah. Karena itu perlu ditumbuhkan kesadaran untuk membantu sesama dengan menyumbangkan organ tubuh saat kita meninggal dan sudah tidak memerlukan lagi.
Berdasarkanupdate terakhir Juni 2020, angka transplantasi ginjal secara kumulatif di 12 kota se-Indonesia mencapai 913 prosedur. Bila dibandingkan Dengan data 2017, terdapat peningkatan sebesar 284 prosedur yang dicapai dalam tiga tahun terakhir.
Transplantasi ginjal atau pencangkokan ginjal adalah prosedur bedah untuk mengganti organ ginjal yang telah mengalami kerusakan akibat gagal ginjal kronis stadium akhir. Ginjal yang dicangkok dapat berasal dari donor yang masih hidup atau sudah meninggal dunia. Ginjal adalah organ yang sangat penting bagi tubuh. Sepasang organ ini memiliki fungsi untuk menyaring dan membuang zat sisa, cairan, mineral, dan racun yang ada di dalam tubuh melalui urine. Saat fungsi ginjal menurun, seperti pada gagal ginjal, zat yang seharusnya dibuang akan menumpuk di dalam tubuh, sehingga dapat menyebabkan gangguan kesehatan. Itulah mengapa seseorang yang ginjalnya sudah tidak bisa berfungsi dengan baik perlu mendapatkan terapi yang dapat menggantikan fungsi ginjal. Pada tahap awal gagal ginjal, fungsi ginjal mungkin masih bisa dibantu dengan cuci darah dan continuous ambulatory peritoneal dialysis CAPD atau cuci darah lewat perut. Namun, jika fungsi ginjal sudah sangat menurun, cuci darah maupun CAPD tidak dapat menanggung semua kerja ginjal. Jadi, untuk menangani ginjal yang fungsinya sudah sangat menurun akibat gagal ginjal kronis stadium akhir, transplantasi ginjal dipercaya lebih baik dalam memperpanjang hidup dan meningkatkan kualitas hidup penderita. Jenis Transplantasi Ginjal Berdasarkan kategori donor, transplantasi ginjal dibagi menjadi dua macam, yaitu Living-donor kidney transplant, yaitu transplantasi salah satu ginjal dari donor yang masih hidup Deceased-donor kidney transplant, yaitu transplantasi ginjal dari donor yang baru meninggal dunia, atas izin keluarga atau keinginan donor ketika masih hidup Di Indonesia, transplantasi ginjal baru dilakukan dari donor yang masih hidup. Indikasi Transplantasi Ginjal Seperti yang telah disebutkan di atas, transplantasi ginjal dilakukan pada pasien yang terdiagnosis menderita gagal ginjal kronis stadium akhir, yaitu kondisi ketika fungsi ginjal sudah sangat menurun dan sudah terjadi penumpukkan racun di dalam tubuh. Berikut ini adalah tanda-tanda fungsi ginjal sudah sangat menurun Penumpukan cairan di dalam tubuh, seperti di lengan, tungkai, dan paru-paru, yang mengakibatkan pembengkakan pada bagian tubuh, sesak napas, dan produksi urine menurun Mual dan muntah Nafsu makan menurun Kulit pucat dan kering Gatal-gatal Mudah merasa lelah Mudah memar Nyeri otot, sendi, atau tulang Linglung hingga penurunan kesadaran Beberapa kondisi berikut ini dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami gagal ginjal kronis Diabetes tipe 1 atau tipe 2 Tekanan darah tinggi atau hipertensi Glomerulonefritis Lupus Sindrom hemolitik uremik Anemia sel sabit Penyakit asam urat Rheumatoid arthritis Beberapa jenis kanker, seperti limfoma, multiple myeloma, dan renal cell carcinoma Infeksi HIV Gangguan pada aliran urine, misalnya akibat batu saluran kemih Penyakit ginjal polikistik Peringatan Transplantasi Ginjal Untuk menjalani transplantasi ginjal, pasien harus berada dalam kondisi yang cukup sehat, sehingga kemungkinan untuk sembuhnya tinggi. Oleh karena itu, pasien gagal ginjal kronis stadium akhir dengan kondisi di bawah ini umumnya tidak diperbolehkan untuk menjalani transplantasi ginjal Infeksi bakteri atau virus yang tidak tertangani dengan baik, seperti tuberkulosis TBC yang menyebar Penyakit kardiovaskular yang parah, seperti gagal jantung Kanker yang telah menyebar Hepatitis kronis dan sirosis hati Gangguan mental berat atau psikosis Selain itu, kondisi-kondisi yang dapat melemahkan tubuh, seperti kebiasaan merokok, mengonsumsi alkohol secara berlebihan, atau menyalahgunakan NAPZA, akan meningkatkan risiko kegagalan transplantasi ginjal. Jadi, pasien dengan kondisi ini mungkin tidak didahulukan untuk mendapatkan organ donor. Usia pendonor dan penerima juga menjadi salah satu aspek yang diperhatikan, karena dengan bertambahnya usia, risiko komplikasi dan kegagalan transplantasi semakin meningkat. Selain itu, kecocokan ginjal, golongan darah, dan jaringan tubuh dari penerima dan pendonor juga harus dipastikan. Sebelum Transplantasi Ginjal Sebelum menjalani transplantasi ginjal, dokter akan melakukan evaluasi dengan mengajukan beberapa pertanyaan kepada pasien mengenai riwayat penyakit yang pernah diderita, obat-obatan yang digunakan, serta riwayat alergi terhadap obat bius dan obat imunosupresan. Dokter juga akan melakukan pemeriksaan umum, mulai dari pemeriksaan fisik, tes darah, pemindaian, seperti Rontgen, CT scan, atau MRI, hingga pemeriksaan psikologi untuk memastikan kesiapan fisik dan mental pasien. Proses ini memerlukan waktu beberapa hari. Pasien juga harus melakukan beberapa tes untuk memastikan kecocokan dengan ginjal donor. Hal ini bertujuan untuk menekan potensi penolakan tubuh terhadap organ ginjal yang baru. Beberapa tes tersebut adalah Cek golongan darah Tahap pertama adalah mengecek golongan darah pasien. Tujuannya adalah untuk mengetahui apakah golongan darah pasien dan pendonor cocok. Cek jaringan Jika golongan darah cocok, dilakukan cek jaringan untuk mengetahui kecocokan jaringan pendonor dan pasien. Tes ini dilakukan dengan pemeriksaan human leukocyte antigen HLA, di mana gen pendonor akan dibandingkan dengan gen pasien atau resipien. Tes kecocokan darah crossmatch Pada tes terakhir ini, sampel darah donor dan sampel darah pasien akan diambil lalu dicampurkan di laboratorium untuk diperiksa ada atau tidaknya reaksi. Jika tidak terdapat reaksi, darah pendonor dan pasien dianggap cocok dan risiko penolakan organ oleh tubuh rendah. Pada pasien yang belum mendapat donor ginjal, dokter akan menganjurkan pasien untuk melakukan beberapa hal berikut ini hingga mendapatkan calon donor ginjal Menjalani diet yang telah disesuaikan dengan kondisi kesehatan Tidak merokok Tidak minum alkohol Berolahraga secara rutin Mengonsumsi obat yang telah diresepkan oleh dokter Berkonsultasi dengan dokter secara rutin Jika donor dan resipien telah siap dan telah ditentukan tanggal untuk operasi transplantasi ginjal, baik pendonor atau resipien akan diminta untuk berpuasa selama 8 jam sebelum prosedur transplantasi ginjal dilakukan. Prosedur Transplantasi Ginjal Prosedur transplantasi ginjal dilakukan bersamaan dengan operasi pengambilan ginjal dari donor. Berikut ini adalah tahap-tahap yang dilakukan dokter dalam prosedur transplantasi ginjal Pasien akan diminta untuk mengganti pakaiannya dengan pakaian rumah sakit. Setelah berganti pakaian, pasien akan diminta berbaring di atas tempat tidur dengan posisi telentang. Dokter akan memberikan suntikan anestesi umum bius total, sehingga pasien tidak akan merasakan apa-apa selama prosedur berlangsung. Dokter akan membuat sayatan di bagian bawah perut. Usai ginjal dari donor diambil, dokter akan memasang ginjal tersebut ke tubuh pasien tanpa mengangkat ginjal pasien yang lama, kecuali jika terdapat infeksi atau keluhan nyeri sebelumnya. Dokter akan menyambung pembuluh darah yang ada pada ginjal baru ke pembuluh darah di perut, agar ginjal baru mendapatkan pasokan darah dan dapat berfungsi dengan normal. Dokter akan menyambungkan saluran kemih ureter dari ginjal baru ke kandung kemih. Dokter juga dapat memasang stent tabung kecil khusus di ureter baru untuk melancarkan aliran urine selama 6–12 minggu usai transplantasi. Saat ginjal sudah terpasang dengan sempurna, dokter akan menutup sayatan di perut dengan jahitan. Secara keseluruhan, prosedur transplantasi ginjal umumnya memakan waktu lebih kurang 3 jam. Selama operasi, tekanan darah, denyut jantung, dan kadar oksigen dalam darah pasien akan terus dimonitor. Setelah Transplantasi Ginjal Setelah efek anestesi bius total mulai menurun, pasien akan merasakan nyeri pada bagian sayatan. Dokter akan memberikan obat pereda nyeri untuk meringankannya. Usai menjalani transplantasi ginjal, pasien perlu dirawat setidaknya 1 minggu di rumah sakit agar dokter dapat mengobservasi dan memastikan tidak ada efek atau komplikasi yang terjadi. Setelah diperbolehkan pulang, pasien akan diminta beristirahat di rumah selama setidaknya 6 minggu dan menghindari aktivitas fisik berat atau mengangkat benda berat sebelum dokter mengizinkan. Umumnya, organ ginjal yang baru akan langsung bekerja sesuai fungsinya. Namun, terkadang ada juga yang memerlukan waktu hingga beberapa hari atau beberapa minggu, sehingga pasien masih perlu menjalani cuci darah sampai ginjal baru bekerja secara normal. Untuk menekan potensi penolakan organ ginjal donor, pasien akan diberikan obat imunosupresan, seperti ciclosporin, tacrolimus, kortikosteroid, atau mycophenolate mofetil. Imunosupresan merupakan obat yang dapat menekan sistem kekebalan tubuh, sehingga sistem kekebalan tubuh tidak menyerang organ ginjal donor yang dapat dianggapnya sebagai benda asing. Selain pemberian imunosupresan, dokter juga dapat memberikan obat antibiotik, seperti ertapenem; antivirus, seperti valganciclovir; atau antijamur, seperti nystatin, untuk mencegah timbulnya infeksi akibat sistem kekebalan tubuh yang ditekan. Untuk melancarkan proses pemulihan, pasien diharuskan melakukan kontrol rutin dan mengonsumsi obat-obatan yang diresepkan oleh dokter. Komplikasi Transplantasi Ginjal Berikut ini adalah komplikasi yang dapat terjadi akibat menjalani transplantasi ginjal Penolakan tubuh terhadap ginjal yang baru, sehingga ginjal gagal berfungsi Infeksi Penggumpalan darah Perdarahan Saluran urine dari ginjal baru ke kandung kemih bocor atau terhambat Stroke Serangan jantung Selain komplikasi dari tindakan, pasien transplantasi ginjal juga dapat merasakan efek samping dari obat imunosupresan, seperti Jerawat Kenaikan berat badan Pengeroposan tulang osteoporosis Diabetes Hipertensi Kadar kolesterol darah tinggi Tremor Mudah terkena penyakit infeksi
Tulisanini saya buat berdasarkan pengalaman saya mengurus Ayah yang mengalami gagal ginjal mulai dari tahun 2015 akhir hingga melakukan transplantasi ginjal pada pertengahan mendekati akhir 2016 lalu.. Mungkin pengalaman yang saya alami ini, tak banyak dialami oleh orang lain karena pelaksanaan transplantasi ginjal atau organ tubuh di Indonesia 403 ERROR Request blocked. We can't connect to the server for this app or website at this time. There might be too much traffic or a configuration error. Try again later, or contact the app or website owner. If you provide content to customers through CloudFront, you can find steps to troubleshoot and help prevent this error by reviewing the CloudFront documentation. Generated by cloudfront CloudFront Request ID jCEVawkep_TmQK8s3aB8LbH4RLpoO7YsQ7Ept5kzZznlAtRuJ3oOlQ==
TransplantasiGinjal Komplikasi yang berhasil dapat menyelamatkan hidup Anda jika Anda menderita penyakit ginjal stadium akhir. Pada tahun 2008, kami merupakan yang pertama berhasil melaksanakan transplantasi ginjal dari donor hidup dewasa dengan golongan darah yang tidak kompatibel di Asia Tenggara, membantu pasien memulihkan kesehatannya dan
BPJS Kesehatan telah menanggung biaya transplantasi ginjal. - Transplantasi ginjal sebenarnya bisa jadi pilihan pengobatan bagi pasien penyakit ginjal kronis PGK di Indonesia. Namu karena kurangnya informasi, jumlah transplantasi ginjal di Indonesia sangat lebih sedikit dibandingkan terapi cuci darah. Padahal transplantasi ginjal sebenarnya menjadi pengobatan yang paling murah. Bahkan memberikan kualitas hidup lebih baik bagi pasien PGK. Tak hanya itu, transplantasi ginjal juga telah ditanggung oleh BPJS Kesehatan. Hal itu disampaikan langsung oleh Direktur Utama Dewan Direksi BPJS Kesehatan Prof. dr. Ali Ghufron Mukti, MSc., PhD., saat menjadi pembicara dalam webinar perayaan Hari Ginjal Sedunia, Rabu 9/3/2022, yang dihadiri Menurut Ghufron, pengobatan PGK telah ditanggung oleh BPJS Kesehatan sejak 2014. Ini termasuk dialisis atau cuci darah dan transplantasi ginjal. Penyakit ginjal sendiri hingga saat ini termasuk lima besar yang membebani biaya BPJS Kesehatan. Baca Juga Hati- hati, Hipertensi yang Tidak Terkontrol Dapat Berpengaruh Pada Fungsi Ginjal Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan Kemenkes, dari Rp 20 triliun dana yang dikeluarkan untuk biaya tanggungan pengobatan penyakit, sebanyak Rp2,2 triliun di antaranya digunakan untuk penyakit ginjal. "Pelayanan BPJS termasuk transplantasi ginjal, atau lebih dikenal cangkok ginjal, kita bayarkan sekali transplantasi Rp378 juta," ungkap Ghufron. PROMOTED CONTENT Video Pilihan
Beritaterkini Indonesia, Internasional, Politik, Ekonomi, Entertainment, Sepak Bola, Sepak Bola dunia, Bulutangkis dan Berita Sekitar Anda. Minggu, 17 Juli 2022 . Berita Terbaru; Polemik transplantasi ginjal di RSSA Malang terus bergulir. Rifai, salah satu dokter RSSA mengaku melakukan kesepakatan sebelum operasi.

Jika Anda memiliki pertanyaan, konsultasikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut. Penting bagi Anda untuk mendiskusikan semua kemungkinan pilihan penanganan demi mengatasi gagal ginjal yang dialami. Persiapan Apa yang perlu dilakukan untuk cangkok ginjal? Jika dokter melihat transplantasi ginjal sebagai satu-satunya opsi, langkah selanjutnya adalah mengevaluasi kondisi kesehatan di rumah sakit. Evaluasi ini disebut sebagai pemeriksaan pra-transplantasi. Pada proses ini Anda mungkin akan mengunjungi rumah sakit selama beberapa minggu hingga berbulan-bulan. Anda juga akan melakukan tes darah dan melakukan rontgen untuk menentukan apakah tubuh dapat menerima donor ginjal. Menunggu donor ginjal Apabila dokter dan tim operasi sudah memastikan Anda sudah memenuhi syarat, langkah berikutnya adalah menemukan donor ginjal. Pada beberapa kasus, ginjal dapat berasal dari anggota keluarga atau teman yang mempunyai darah, jenis, dan jaringan yang sama dengan Anda. Jika donor hidup tidak tersedia, nama Anda akan ditambahkan ke dalam daftar tunggu hingga ginjal dari donor yang sudah meninggal ada. Hal ini dikarenakan ada banyak pasien yang membutuhkan ginjal baru ketimbang jumlah donor ginjal, sehingga membutuhkan waktu yang lama. Berapa lama waktu yang harus Anda tunggu tergantung banyak hal. Salah satunya adalah kesesuain organ ginjal dengan ginjal Anda yang didasarkan pada beberapa faktor, yaitu golongan darah yang harus sesuai dengan darah pendonor, faktor HLA penanda genetik pada permukaan sel darah putih, dan antibodi untuk melihat reaksi setelah ginjal diletakkan di tubuh. Pada saat periode tunggu ini berlangsung, usahakan untuk tetap berkomunikasi dengan dokter dan tim perawatan kesehatan. Selain itu, jangan lupa untuk menyiapkan beberapa hal sebelum memulai transplantasi ginjal, seperti menyiapkan tas berisi baju yang sudah dikemas, makan makanan sehat dan rutin berolahraga, mengonsumsi obat sesuai anjuran dokter, serta rutin melakukan pemeriksaan dan perawatan lainnya, seperti dialisis. Proses menunggu hingga transplantasi ginjal dilakukan memang memakan waktu yang cukup lama. Oleh sebab itu, dokter mungkin akan menyarankan Anda untuk menjalani dialisis dan konsumsi obat-obatan yang mendukung fungsi ginjal selama menunggu. Prosedur Bagaimana proses transplantasi ginjal? Jika Anda sudah mendapatkan donor ginjal, baik pendonor hidup maupun tidak, dokter akan menjadwalkan operasi awal. Anda dan pendonor akan dioperasi bersamaan di ruangan yang berdekatan. Satu tim ahli bedah akan melakukan nefrektomi. Nefrektomi adalah prosedur pengangkatan ginjal dari pendonor. Sementara itu, dokter lainnya akan mempersiapkan pasien penerima ginjal. Jika berada berada pada daftar tunggu untuk ginjal donor yang sudah meninggal, Anda harus siap siaga ke rumah sakit saat ginjal tersedia. Setelah itu, Anda akan memberikan sampel darah untuk diuji antibodinya. Bila hasilnya negatif, artinya antibodi tidak bereaksi dan transplantasi dapat dilanjutkan. Pada saat transplantasi ginjal berlangsung, Anda akan diberikan anestesi umum agar tidak sadarkan diri selama operasi. Transplantasi organ ini biasanya berlangsung selama 3-4 jam. Operasi cangkok ginjal akan dimulai dengan dokter membuat luka kecil di bagian bawah perut. Kemudian, arteri dan vena dari ginjal baru akan melekat pada arteri dan vena Anda. Setelah itu, ureter dari ginjal baru akan terhubung dengan kandung kemih Anda. Kebanyakan kasus memperlihatkan ginjal baru akan segera membentuk urine segera setelah darah mengalir melalui ginjal. Namun, terkadang perlu beberapa minggu sebelum organ berbentuk kacang ini mulai bekerja. Apa yang terjadi setelah transplantasi ginjal? Setelah transplantasi ginjal, Anda mungkin akan merasa sakit dan pusing ketika bingung. Meski begitu, banyak penerima donor yang melaporkan merasa jauh lebih baik segera setelah operasi. Walaupun demikian, Anda masih perlu menjalani rawat inap selama sekitar satu minggu untuk proses pemulihan operasi. Dengan begitu, dokter dan tim perawatan dapat memantau kondisi Anda untuk memastikan tidak ada komplikasi yang terjadi. Gaya hidup Bagaimana perawatan gaya hidup setelah transplantasi ginjal? Begitu Anda pulang dari rumah sakit, tingkat keberhasilan transplantasi ginjal bergantung pada hal ini, yaitu perawatan tingkat lanjut. Berikut ini beberapa hal yang perlu dilakukan setelah menjalani cangkok ginjal demi hidup yang lebih sehat. Catat perkembangan kesehatan tubuh Salah satu hal yang perlu Anda lakukan setelah transplantasi ginjal adalah menjalani pemeriksaan ginjal secara rutin. Dokter akan menyarankan Anda untuk mencatat kondisi kesehatan sendiri di jurnal harian, seperti suhu tubuh, tekanan darah, dan berat badan. Hal ini penting dilakukan agar ketika berkonsultasi, dokter dapat mengetahui adanya masalah atau efek samping dari transplantasi ginjal. Bawa catatan ini setiap mengunjungi dokter. Ikuti pola makan sehat Anda mungkin sudah tidak asing lagi dengan diet gagal ginjal khusus untuk menjaga kesehatan ginjal agar tetap berfungsi dengan baik. Jika Anda sudah terbiasa, mempertahankan hal tersebut setelah diizinkan oleh dokter pun tidak apa. Walaupun demikian, Anda juga tetap perlu mendiskusikan pola makan setelah operasi cangkok ginjal dengan ahli gizi dan dokter. Hal ini bertujuan agar Anda mendapatkan gizi yang cukup. Berikut ini beberapa hal yang sering disarankan dokter kepada pasien gagal ginjal usai menjalani transplantasi. Konsumsi buah dan sayuran setidaknya lima porsi setiap hari. Menambah asupan serat. Minum susu rendah lemak untuk mempertahankan kadar kalsium dan fosfor. Makan daging tanpa lemak. Minum air yang cukup, sesuai kebutuhan yang dianjurkan dokter. Konsumsi makanan rendah lemak dan rendah garam. Selain mencatat kondisi sehari-hari dan memperhatikan pola makan, dokter juga akan menganjurkan aktivitas yang perlu dilakukan pasca operasi, yakni rutin olahraga yang tidak terlalu berat, seperti berjalan dan berenang, serta minum obat teratur untuk menghindari risiko penolakan ginjal baru. Menghadapi frustrasi Bagi anak dan remaja yang menjalani transplantasi ginjal memang memiliki prosedur yang sama dengan orang dewasa. Namun, hidup dengan gagal ginjal kronis terkadang bisa membuat frustrasi. Selain itu, terapi imunosupresan bisa sangat sulit pada remaja karena memiliki beberapa efek samping. Obat-obatan yang digunakan untuk menghentikan tubuh menolak ginjal yang baru dapat menyebabkan berbagai hal, seperti jerawat, kenaikan berat badan, serta pertumbuhan rambut wajah dan tubuh pada wanita. Jika Anda adalah orangtua dari anak yang tengah menjalani proses pemulihan setelah operasi ginjal, temani anak dalam situasi apa pun. Pada beberapa kasus terkadang remaja memilih bantuan dengan berbicara kepada terapis atau bergabung dengan kelompok pendukung. Perasaan frustrasi dan stres dapat memengaruhi kondisi fisik yang juga berdampak pada ginjal baru anak. Oleh sebab itu, jangan lupa untuk memperhatikan gejala-gejala dari efek samping yang muncul setelah transplantasi ginjal. Komplikasi Apakah transplantasi ginjal bisa gagal? Di tengah proses pemulihan setelah operasi, Anda harus terus berhati-hati karena ada risiko terjadinya rejection. Rejection atau penolakan adalah komplikasi yang paling sering dialami oleh pasien setelah menerima transplantasi ginjal. Kondisi ini dapat terjadi karena tubuh belum terbiasa dengan ginjal yang baru. Akibatnya, sistem imun menganggap ginjal sebagai benda asing dan melakukan perlawanan untuk menyerang ginjal demi melindungi tubuh. Ada dua jenis penolakan ginjal, yaitu penolakan akut dan penolakan kronis. Penolakan akut adalah jenis penolakan pada tubuh yang terjadi paling lambat setelah operasi dilakukan. Sementara itu, penolakan kronis dapat terjadi bertahun-tahun usai cangkok ginjal. Jika Anda mengalami beberapa gejala di bawah ini setelah menjalani transplantasi ginjal, segera hubungi dokter karena dikhawatirkan terjadi penolakan. Demam di atas 38°C. Mengalami gejala flu, seperti sakit kepala, mual, dan pusing. Merasa nyeri di sekitar ginjal. Pembengkakan di tangan dan kaki akibat retensi air. Kenaikan berat badan lebih dari 4 kg tiba-tiba. Jarang buang air kecil. Dokter mungkin akan sulit mendiagnosis penolakan ginjal pada tahap awal. Maka dari itu, Anda harus tetap minum obat untuk mencegah hal ini meskipun merasa sehat. Penolakan ginjal akut biasanya akan diatasi dengan meningkatkan dosis obat imunosupresan. Dengan begitu, sistem imun yang menyerang ginjal baru di tubuh Anda dapat dikendalikan. Pada pasien yang mengalami penolakan kronis biasanya akan kehilangan organ barunya. Anggapan ini dapat muncul karena tim medis tidak dapat mendiagnosis kondisi ini hingga jaringan ginjal baru rusak. Sebagai bagian dari perawatan setelah operasi ginjal, dokter juga akan memberikan obat-obatan antivirus dan antibakteri untuk mencegah hal ini. Oleh sebab itu, pasien diharapkan untuk selalu minum obat sesuai instruksi dokter. Apa saja komplikasi dari operasi ginjal ini? Selain penolakan ginjal baru, ada komplikasi lainnya yang perlu Anda waspadai usai menjalani transplantasi ginjal, meliputi sebagai berikut. Efek samping obat imunosupresan Kebanyakan pasien gagal ginjal yang menjalani transplantasi mengalami efek samping akibat penggunaan obat imunosupresan, seperti wajah bengkak, berat badan naik, gula darah dan tekanan darah tinggi, penyakit tulang, katarak, asam lambung, perubahan warna dan tekstur kulit, serta muncul jerawat dan bulu pada wajah. Komplikasi jangka pendek Bagi Anda yang merasakan beberapa gangguan beberapa bulan setelah transplantasi, ada kemungkinan komplikasi yang dialami termasuk jangka pendek penyumbatan pembuluh darah, kebocoran atau penyumbatan pada ureter, kerja ginjal tidak berfungsi, penolakan akut terhadap ginjal, infeksi saluran kemih, retensi cairan, dan kerusakan sementara pada saraf. Komplikasi jangka panjang Selain jangka pendek, ada pula komplikasi jangka panjang yang mungkin terjadi bertahun-tahun setelah transplantasi ginjal dilakukan, yakni gagal ginjal, penyumbatan pada ureter, dan penyempitan arteri yang mensuplai ginjal. Anda bisa mengurangi risiko komplikasi dengan mengikuti instruksi dari dokter sebelum operasi, seperti berpuasa dan berhenti mengonsumsi obat tertentu. Jika Anda mempunyai pertanyaan lebih lanjut, konsultasikan dengan dokter.

Kemudian biaya transplantasi ginjal jauh lebih mahal dibandingkan cuci darah. "Di Indonesia biaya HD lebih murah, maka biayanya sama dengan tiga tahun (cuci darah)," ucap dr. Rasyid. Mengenai operasi ginjal disebut-sebut sebagai tindakan yang berbahaya, menurut dr. Rasyid, tidaklah benar dan ini hanya mitos. Sebab, di RSCM sendiri angka
Transplantasi ginjal merupakan sebuah tindakan yang penting, namun sulit untuk dilakukan sehubungan dengan hambatannya. Lalu, bagaimana dengan pencapaian dan hambatan transplantasi ginjal di Indonesia? Berikut petir di siang bolong rasanya ketika dokter memvonis terjadi gagal ginjal pada seseorang sehingga orang tersebut harus menjalani proses cuci darah. Orang dengan gagal ginjal stadium 5 memang harus menjalani cuci darah hemodialisis untuk menggantikan fungsi ginjalnya dalam menyaring racun-racun dan mengeluarkannya dari dalam menjadi beban bagi mereka yang mengalami gagal ginjal adalah proses cuci darah yang harus dilakukan seumur hidup. Selain harus menghabiskan banyak waktu di rumah sakit, biaya yang dikeluarkan juga tidak sedikit. Tergantung dari tingkat kerusakan ginjalnya, seseorang harus melakukan cuci darah dari satu hingga dua kali dalam apa yang dapat dilakukan selain cuci darah?Dibandingkan dengan harus bolak-balik ke rumah sakit untuk menjalani cuci darah, ada alternatif solusi lain yang dipandang lebih baik bagi penderita gagal ginjal, yaitu transplantasi melakukan transplantasi organ, yakni ginjal, yang hanya dilakukan sekali saja, orang yang mengalami gagal ginjal bisa mendapatkan ginjal baru yang dapat berfungsi dengan baik. Transplantasi ginjal ini merupakan sesuatu yang sering dilakukan. Sebanyak 70% operasi transplantasi organ di seluruh dunia adalah transplantasi ginjal, bagaimana syaratnya?Tidak sembarang orang dapat menjadi donor untuk transplantasi organ. Pendonor harus berusia antara 18 hingga 60 tahun dan memenuhi syarat kesehatan tertentu. Akan lebih baik lagi jika sang pendonor memiliki hubungan darah dengan penerima ginjal. Jikalau tidak ada hubungan darah, sang pendonor masih dapat menjadi mendonorkan ginjalnya, namun prosedur yang harus dilakukan akan lebih rumit dan berpengaruh kepada biaya yang dibutuhkan. Setelah menjalani transplantasi ginjal, penerima harus tetap mengonsumsi obat-obatan untuk menekan sistem kekebalan tubuh agar ginjal barunya tidak mengalami ahli berpendapat bahwa transplantasi ginjal merupakan terapi terbaik bagi yang mengalami gagal ginjal jika dibandingkan dengan cuci darah. Selain hasil akhir yang lebih baik, secara keseluhan harganya pun lebih ekonomis. Selain itu, kualitas hidup pasien yang melakukan transplantasi ini akan menjadi lebih ginjal dan pencapaiannya di IndonesiaTransplantasi ginjal di Indonesia telah dilakukan sejak tahun 1977. Hingga kini, kurang lebih 600 operasi transplantasi ginjal telah dilakukan di ini sudah ada beberapa rumah sakit yang berhasil melakukan transplantasi ini. Rumah sakit tersebut adalah Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo RSCM, RS Cikini, RS Gatot Subroto, RS Karyadi, RS Telogorejo, RS Sutomo, RS Sardjito, RS Pirngadi, RS Hasan Sadikin, dan RS Advent. Bahkan pada tahun 2013, RSCM telah berhasil melakuan transplantasi ginjal pada seorang anak berusia 12 ginjal dan hambatannyaMeskipun telah dapat melakukan operasi transplantasi ginjal dengan teknologi terkini dan angka keberhasilan yang baik, jumlah operasi yang dilakukan di Indonesia masih kalah dibandingkan dengan negara-negara lainnya di Asia, bahkan di jumlah pasien yang memerlukan transplantasi ginjal sangatlah banyak, yakni diperkirakan lebih dari orang yang memerlukan transplantasi ginjal. Oleh karena itu, antrean penerima donor ginjal untuk mendapatkan transplantasi ginjal sudah sangat sejauh ini, hanya 20% saja yang dapat tertolong dengan transplantasi. Hal ini disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain biaya, regulasi, pandangan masyarakat, ketersediaan fasilitas, dan informasi yang sampai ke telinga jarang pasien melakukan prosedur transplantasi ginjal ini di negeri seberang dengan berbagai alasan. Proses yang tidak mudah dan tidak murah harus dijalani untuk mencari donor yang tepat, menjalani operasi, hingga mengonsumsi obat-obatan tertentu untuk mencegah reaksi juga hanya memperbolehkan donor untuk memberikan ginjalnya secara sukarela, tanpa dibayar. Sementara itu, tidak banyak orang yang secara sukarela bersedia untuk memberikan ginjalnya, jika bukan untuk ginjal dan solusinyaUntuk menambah jumlah donor, diharapkan dapat dibuat suatu peraturan yang memudahkan donor organ dari kadaver jenazah, di mana keluarga atau orang yang telah meninggal dunia sebelumnya menandatangani persetujuan jika bersedia untuk mendonorkan organnya bagi mereka yang membutuhkan. Dengan demikian, berbagai persiapan telah dapat dilakukan sebelumnya untuk dapat mengatasi antrean panjang orang yang membutuhkan donor perbaikan kualitas pelayanan, sarana, dan prasarana rumah sakit, penyuluhan juga harus disebarluaskan kepada masyarakat bahwa pendonor masih dapat menjalani kehidupan normal dan sehat, bahkan setelah memberikan salah satu akan lebih baik lagi jika terdapat sistem asuransi kesehatan yang dapat memfasilitasi proses transplantasi ginjal ini, baik dari proses pencarian donor hingga pengobatan pasca medica indonesia J internal medicine, HMS MarkumBennett, and Hany, A. 2009-03, Barriers to kidney transplants in Indonesia a literature review, International nursing review, vol. 56, no. 1, pp. GlobeMayo ClinicTransplantasi Ginjal
Mitoslainnya, operasi ginjal prosedur berbahaya. Padahal, transplantasi di era modern termasuk aman. Secara nasional angka keberhasilannya sekitar 95 persen, sementara di RSCM angkanya mencapai 99 persen. Ada juga pendapat yang mengatakan transplantasi ginjal tidak bisa dilakukan pasien yang sudah lama cuci darah. August 6, 2019 Transplantasi ginjal menjadi solusi yang diyakini paling efektif untuk menangani penyakit gagal ginjal kronis. Prosedur operasinya merupakah hal yang lumrah dan mudah ditemui di negara-negara maju. Bagaimana di Indonesia? – Hambatan transplantasi ginjal di Indonesia –Meskipun transplantasi ginjal sudah lama dikenal di Indonesia, namun kenyataannya, jumlah operasi yang dilakukan di Indonesia masih kalah bila dibandingkan negara-negara lain. Pertahun diperkirakan bahwa secara nasional pasien yang menjalani transplantasi ginjal hanya berjumlah sekitar 500 orang. Masih sedikit rumah sakit di Indonesia yang mampu melakukan prosedur ini. Berbanding terbalik dengan jumlah pasien yang membutuhkan pasien yang menunggu adanya donor ginjal sangatlah panjang, dan hanya sekitar 20% di antaranya yang akhirnya dapat tertolong. Hal ini diakibatkan karena masyarakat awam masih berpikir bahwa mendonorkan organ tubuhnya merupakan hal yang tabu dan bertentangan dengan kepercayaan yang diyakini. Tidak banyak orang secara sukarela mendonorkan satu ginjalnya tanpa adanya imbalan. Banyak juga yang masih takut hidup dengan satu buah ginjal, padahal para ahli membuktikan bahwa manusia tetap dapat hidup dengan baik meskipun hanya memiliki satu transplantasi ginjalSelain terkendala stigma masyarakat, transplantasi ginjal juga terkendala perkembangan teknologi. Masih banyak rumah sakit yang belum memiliki reagen HLA sendiri. Reagen HLA ini digunakan untuk menguji kecocokan antara pendonor dan penerima ginjal sebelum dilakukannya prosedur transplantasi. Pengecekan harus dilakukan di rumah sakit pusat ibukota yang akhirnya memperlama dilakukannya prosedur. Karena hal ini, banyak pasien akhirnya memilih untuk melakukan transplantasi di luar negeri yang jauh tidak adanya campur tangan pemerintah untuk mengatasi masalah ini. Pertama-tama adalah edukasi pada masyarakat bahwa memiliki satu buah ginjal bukan hambatan untuk menjalani aktivitas normal dan sehat. Bisa juga dengan mengadakan suatu regulasi resmi bahwa seseorang dapat mendonorkan organ tubuhnya setelah meninggal. Sehingga pada akhirnya dapat memutus antrean yang panjang dan memperbanyak cakupan penderita gagal ginjal untuk dapat menjalani transplantasi. Related posts Yv5SGh.
  • d94045tn3p.pages.dev/326
  • d94045tn3p.pages.dev/259
  • d94045tn3p.pages.dev/256
  • d94045tn3p.pages.dev/454
  • d94045tn3p.pages.dev/154
  • d94045tn3p.pages.dev/42
  • d94045tn3p.pages.dev/311
  • d94045tn3p.pages.dev/387
  • transplantasi ginjal di indonesia