TransplantasiGinjal Komplikasi yang berhasil dapat menyelamatkan hidup Anda jika Anda menderita penyakit ginjal stadium akhir. Pada tahun 2008, kami merupakan yang pertama berhasil melaksanakan transplantasi ginjal dari donor hidup dewasa dengan golongan darah yang tidak kompatibel di Asia Tenggara, membantu pasien memulihkan kesehatannya danBPJS Kesehatan telah menanggung biaya transplantasi ginjal. - Transplantasi ginjal sebenarnya bisa jadi pilihan pengobatan bagi pasien penyakit ginjal kronis PGK di Indonesia. Namu karena kurangnya informasi, jumlah transplantasi ginjal di Indonesia sangat lebih sedikit dibandingkan terapi cuci darah. Padahal transplantasi ginjal sebenarnya menjadi pengobatan yang paling murah. Bahkan memberikan kualitas hidup lebih baik bagi pasien PGK. Tak hanya itu, transplantasi ginjal juga telah ditanggung oleh BPJS Kesehatan. Hal itu disampaikan langsung oleh Direktur Utama Dewan Direksi BPJS Kesehatan Prof. dr. Ali Ghufron Mukti, MSc., PhD., saat menjadi pembicara dalam webinar perayaan Hari Ginjal Sedunia, Rabu 9/3/2022, yang dihadiri Menurut Ghufron, pengobatan PGK telah ditanggung oleh BPJS Kesehatan sejak 2014. Ini termasuk dialisis atau cuci darah dan transplantasi ginjal. Penyakit ginjal sendiri hingga saat ini termasuk lima besar yang membebani biaya BPJS Kesehatan. Baca Juga Hati- hati, Hipertensi yang Tidak Terkontrol Dapat Berpengaruh Pada Fungsi Ginjal Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan Kemenkes, dari Rp 20 triliun dana yang dikeluarkan untuk biaya tanggungan pengobatan penyakit, sebanyak Rp2,2 triliun di antaranya digunakan untuk penyakit ginjal. "Pelayanan BPJS termasuk transplantasi ginjal, atau lebih dikenal cangkok ginjal, kita bayarkan sekali transplantasi Rp378 juta," ungkap Ghufron. PROMOTED CONTENT Video Pilihan
Jika Anda memiliki pertanyaan, konsultasikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut. Penting bagi Anda untuk mendiskusikan semua kemungkinan pilihan penanganan demi mengatasi gagal ginjal yang dialami. Persiapan Apa yang perlu dilakukan untuk cangkok ginjal? Jika dokter melihat transplantasi ginjal sebagai satu-satunya opsi, langkah selanjutnya adalah mengevaluasi kondisi kesehatan di rumah sakit. Evaluasi ini disebut sebagai pemeriksaan pra-transplantasi. Pada proses ini Anda mungkin akan mengunjungi rumah sakit selama beberapa minggu hingga berbulan-bulan. Anda juga akan melakukan tes darah dan melakukan rontgen untuk menentukan apakah tubuh dapat menerima donor ginjal. Menunggu donor ginjal Apabila dokter dan tim operasi sudah memastikan Anda sudah memenuhi syarat, langkah berikutnya adalah menemukan donor ginjal. Pada beberapa kasus, ginjal dapat berasal dari anggota keluarga atau teman yang mempunyai darah, jenis, dan jaringan yang sama dengan Anda. Jika donor hidup tidak tersedia, nama Anda akan ditambahkan ke dalam daftar tunggu hingga ginjal dari donor yang sudah meninggal ada. Hal ini dikarenakan ada banyak pasien yang membutuhkan ginjal baru ketimbang jumlah donor ginjal, sehingga membutuhkan waktu yang lama. Berapa lama waktu yang harus Anda tunggu tergantung banyak hal. Salah satunya adalah kesesuain organ ginjal dengan ginjal Anda yang didasarkan pada beberapa faktor, yaitu golongan darah yang harus sesuai dengan darah pendonor, faktor HLA penanda genetik pada permukaan sel darah putih, dan antibodi untuk melihat reaksi setelah ginjal diletakkan di tubuh. Pada saat periode tunggu ini berlangsung, usahakan untuk tetap berkomunikasi dengan dokter dan tim perawatan kesehatan. Selain itu, jangan lupa untuk menyiapkan beberapa hal sebelum memulai transplantasi ginjal, seperti menyiapkan tas berisi baju yang sudah dikemas, makan makanan sehat dan rutin berolahraga, mengonsumsi obat sesuai anjuran dokter, serta rutin melakukan pemeriksaan dan perawatan lainnya, seperti dialisis. Proses menunggu hingga transplantasi ginjal dilakukan memang memakan waktu yang cukup lama. Oleh sebab itu, dokter mungkin akan menyarankan Anda untuk menjalani dialisis dan konsumsi obat-obatan yang mendukung fungsi ginjal selama menunggu. Prosedur Bagaimana proses transplantasi ginjal? Jika Anda sudah mendapatkan donor ginjal, baik pendonor hidup maupun tidak, dokter akan menjadwalkan operasi awal. Anda dan pendonor akan dioperasi bersamaan di ruangan yang berdekatan. Satu tim ahli bedah akan melakukan nefrektomi. Nefrektomi adalah prosedur pengangkatan ginjal dari pendonor. Sementara itu, dokter lainnya akan mempersiapkan pasien penerima ginjal. Jika berada berada pada daftar tunggu untuk ginjal donor yang sudah meninggal, Anda harus siap siaga ke rumah sakit saat ginjal tersedia. Setelah itu, Anda akan memberikan sampel darah untuk diuji antibodinya. Bila hasilnya negatif, artinya antibodi tidak bereaksi dan transplantasi dapat dilanjutkan. Pada saat transplantasi ginjal berlangsung, Anda akan diberikan anestesi umum agar tidak sadarkan diri selama operasi. Transplantasi organ ini biasanya berlangsung selama 3-4 jam. Operasi cangkok ginjal akan dimulai dengan dokter membuat luka kecil di bagian bawah perut. Kemudian, arteri dan vena dari ginjal baru akan melekat pada arteri dan vena Anda. Setelah itu, ureter dari ginjal baru akan terhubung dengan kandung kemih Anda. Kebanyakan kasus memperlihatkan ginjal baru akan segera membentuk urine segera setelah darah mengalir melalui ginjal. Namun, terkadang perlu beberapa minggu sebelum organ berbentuk kacang ini mulai bekerja. Apa yang terjadi setelah transplantasi ginjal? Setelah transplantasi ginjal, Anda mungkin akan merasa sakit dan pusing ketika bingung. Meski begitu, banyak penerima donor yang melaporkan merasa jauh lebih baik segera setelah operasi. Walaupun demikian, Anda masih perlu menjalani rawat inap selama sekitar satu minggu untuk proses pemulihan operasi. Dengan begitu, dokter dan tim perawatan dapat memantau kondisi Anda untuk memastikan tidak ada komplikasi yang terjadi. Gaya hidup Bagaimana perawatan gaya hidup setelah transplantasi ginjal? Begitu Anda pulang dari rumah sakit, tingkat keberhasilan transplantasi ginjal bergantung pada hal ini, yaitu perawatan tingkat lanjut. Berikut ini beberapa hal yang perlu dilakukan setelah menjalani cangkok ginjal demi hidup yang lebih sehat. Catat perkembangan kesehatan tubuh Salah satu hal yang perlu Anda lakukan setelah transplantasi ginjal adalah menjalani pemeriksaan ginjal secara rutin. Dokter akan menyarankan Anda untuk mencatat kondisi kesehatan sendiri di jurnal harian, seperti suhu tubuh, tekanan darah, dan berat badan. Hal ini penting dilakukan agar ketika berkonsultasi, dokter dapat mengetahui adanya masalah atau efek samping dari transplantasi ginjal. Bawa catatan ini setiap mengunjungi dokter. Ikuti pola makan sehat Anda mungkin sudah tidak asing lagi dengan diet gagal ginjal khusus untuk menjaga kesehatan ginjal agar tetap berfungsi dengan baik. Jika Anda sudah terbiasa, mempertahankan hal tersebut setelah diizinkan oleh dokter pun tidak apa. Walaupun demikian, Anda juga tetap perlu mendiskusikan pola makan setelah operasi cangkok ginjal dengan ahli gizi dan dokter. Hal ini bertujuan agar Anda mendapatkan gizi yang cukup. Berikut ini beberapa hal yang sering disarankan dokter kepada pasien gagal ginjal usai menjalani transplantasi. Konsumsi buah dan sayuran setidaknya lima porsi setiap hari. Menambah asupan serat. Minum susu rendah lemak untuk mempertahankan kadar kalsium dan fosfor. Makan daging tanpa lemak. Minum air yang cukup, sesuai kebutuhan yang dianjurkan dokter. Konsumsi makanan rendah lemak dan rendah garam. Selain mencatat kondisi sehari-hari dan memperhatikan pola makan, dokter juga akan menganjurkan aktivitas yang perlu dilakukan pasca operasi, yakni rutin olahraga yang tidak terlalu berat, seperti berjalan dan berenang, serta minum obat teratur untuk menghindari risiko penolakan ginjal baru. Menghadapi frustrasi Bagi anak dan remaja yang menjalani transplantasi ginjal memang memiliki prosedur yang sama dengan orang dewasa. Namun, hidup dengan gagal ginjal kronis terkadang bisa membuat frustrasi. Selain itu, terapi imunosupresan bisa sangat sulit pada remaja karena memiliki beberapa efek samping. Obat-obatan yang digunakan untuk menghentikan tubuh menolak ginjal yang baru dapat menyebabkan berbagai hal, seperti jerawat, kenaikan berat badan, serta pertumbuhan rambut wajah dan tubuh pada wanita. Jika Anda adalah orangtua dari anak yang tengah menjalani proses pemulihan setelah operasi ginjal, temani anak dalam situasi apa pun. Pada beberapa kasus terkadang remaja memilih bantuan dengan berbicara kepada terapis atau bergabung dengan kelompok pendukung. Perasaan frustrasi dan stres dapat memengaruhi kondisi fisik yang juga berdampak pada ginjal baru anak. Oleh sebab itu, jangan lupa untuk memperhatikan gejala-gejala dari efek samping yang muncul setelah transplantasi ginjal. Komplikasi Apakah transplantasi ginjal bisa gagal? Di tengah proses pemulihan setelah operasi, Anda harus terus berhati-hati karena ada risiko terjadinya rejection. Rejection atau penolakan adalah komplikasi yang paling sering dialami oleh pasien setelah menerima transplantasi ginjal. Kondisi ini dapat terjadi karena tubuh belum terbiasa dengan ginjal yang baru. Akibatnya, sistem imun menganggap ginjal sebagai benda asing dan melakukan perlawanan untuk menyerang ginjal demi melindungi tubuh. Ada dua jenis penolakan ginjal, yaitu penolakan akut dan penolakan kronis. Penolakan akut adalah jenis penolakan pada tubuh yang terjadi paling lambat setelah operasi dilakukan. Sementara itu, penolakan kronis dapat terjadi bertahun-tahun usai cangkok ginjal. Jika Anda mengalami beberapa gejala di bawah ini setelah menjalani transplantasi ginjal, segera hubungi dokter karena dikhawatirkan terjadi penolakan. Demam di atas 38°C. Mengalami gejala flu, seperti sakit kepala, mual, dan pusing. Merasa nyeri di sekitar ginjal. Pembengkakan di tangan dan kaki akibat retensi air. Kenaikan berat badan lebih dari 4 kg tiba-tiba. Jarang buang air kecil. Dokter mungkin akan sulit mendiagnosis penolakan ginjal pada tahap awal. Maka dari itu, Anda harus tetap minum obat untuk mencegah hal ini meskipun merasa sehat. Penolakan ginjal akut biasanya akan diatasi dengan meningkatkan dosis obat imunosupresan. Dengan begitu, sistem imun yang menyerang ginjal baru di tubuh Anda dapat dikendalikan. Pada pasien yang mengalami penolakan kronis biasanya akan kehilangan organ barunya. Anggapan ini dapat muncul karena tim medis tidak dapat mendiagnosis kondisi ini hingga jaringan ginjal baru rusak. Sebagai bagian dari perawatan setelah operasi ginjal, dokter juga akan memberikan obat-obatan antivirus dan antibakteri untuk mencegah hal ini. Oleh sebab itu, pasien diharapkan untuk selalu minum obat sesuai instruksi dokter. Apa saja komplikasi dari operasi ginjal ini? Selain penolakan ginjal baru, ada komplikasi lainnya yang perlu Anda waspadai usai menjalani transplantasi ginjal, meliputi sebagai berikut. Efek samping obat imunosupresan Kebanyakan pasien gagal ginjal yang menjalani transplantasi mengalami efek samping akibat penggunaan obat imunosupresan, seperti wajah bengkak, berat badan naik, gula darah dan tekanan darah tinggi, penyakit tulang, katarak, asam lambung, perubahan warna dan tekstur kulit, serta muncul jerawat dan bulu pada wajah. Komplikasi jangka pendek Bagi Anda yang merasakan beberapa gangguan beberapa bulan setelah transplantasi, ada kemungkinan komplikasi yang dialami termasuk jangka pendek penyumbatan pembuluh darah, kebocoran atau penyumbatan pada ureter, kerja ginjal tidak berfungsi, penolakan akut terhadap ginjal, infeksi saluran kemih, retensi cairan, dan kerusakan sementara pada saraf. Komplikasi jangka panjang Selain jangka pendek, ada pula komplikasi jangka panjang yang mungkin terjadi bertahun-tahun setelah transplantasi ginjal dilakukan, yakni gagal ginjal, penyumbatan pada ureter, dan penyempitan arteri yang mensuplai ginjal. Anda bisa mengurangi risiko komplikasi dengan mengikuti instruksi dari dokter sebelum operasi, seperti berpuasa dan berhenti mengonsumsi obat tertentu. Jika Anda mempunyai pertanyaan lebih lanjut, konsultasikan dengan dokter.
Kemudian biaya transplantasi ginjal jauh lebih mahal dibandingkan cuci darah. "Di Indonesia biaya HD lebih murah, maka biayanya sama dengan tiga tahun (cuci darah)," ucap dr. Rasyid. Mengenai operasi ginjal disebut-sebut sebagai tindakan yang berbahaya, menurut dr. Rasyid, tidaklah benar dan ini hanya mitos. Sebab, di RSCM sendiri angka